Sabtu, 29 November 2008

Mobil Listrik Nissan Gunakan Baterai NEC


Rabu, 21/5/2008 08:02 WIB
TOKYO, RABU -- Proyeksi pembangunan mobil bertenaga elektrik dari berbagai produsen otomotif bukan lagi menjadi isu yang baru. Tapi, penentuan teknologi baterai yang akan menjadi sumber penggerak, sering kali belum dijelaskan.Berkaitan dengan hal itu, sebuah kepastian datang dari Nissan dan produsen elektronik terkemukan Jepang, NEC. Kedua perusahaan ini sepakat untuk menanamkan modal sebesar 115 juta dollar AS dalam tempo tiga tahun. Investasi sebesar itu digunakan untuk membuat sebuah teknologi baterai Lithium-ion yang akan digunakan pada mobil elektrik keluaran Nissan, yang ditargetkan masuk ke pasar pada 2010.Nissan sendiri pada awal bulan Mei ini pernah mengungkapkan bahwa pihaknya akan menaruh perhatian pada pembangunan mobil elektrik, sebagai upaya untuk menghadapi persaingan dengan sejumlah kompetitor. Sejauh ini, ada Toyota dan Honda yang telah lebih dulu meletakkan fokus mereka pada mesin berteknologi hibrida.Pada pergelaran New York Auto Show 2008 bulan Maret lalu, Nissan telah memamerkan Denki Cube, sebuah baterai versi kompak, sebagai simbol fokus Nissan pada kendaraan elektrik. Sebagai gambaran, Toyota dan Nissan membangun teknologi batarai untuk kendaraan elektrik mereka dalam perusahaan yang terpisah, sama halnya dengan Mitsubishi Motors.Sebenarnya, kerjasama antara NEC dan Nissan sudah diawali sejak tahun lalu, dengan dibentuknya Automotive Energy Supply Corporation untuk mengembangkan dan memproduksi baterai Lithium-ion. Namun, Senin kemarin, merupakan kali pertama diumumkannya besaran investasi untuk proyek itu. Disebutkan, NEC secara bertahap akan mulai menambah kapasitas produksinya mulai dari 13.000 batarai per tahun menjadi 65.000 batarai per tahun pada 2011.Pihak Nissan mengungkapkan bahwa mobil elektrik yang diproduksinya itu akan dipasarkan di Amerika Serikat dan Jepang, dan baru akan memasuki pasar global pada tahun 2012 berkat kerjasama dengan pabrikan asal Perancis, Renault.

Mobil Sport Tanpa Mesin, Kopling, Transmisi & Suspensi


Senin, 13/10/2008 07:52 WIB
Mobil listrik makin banyak ditawarkan oleh berbagai perusahaan, baik produsen besar maupun kecil kendati kemampuannya terbatas. Salah satu yang sangat menarik - terutama bagi pencinta lingkungan adalah emisinya nol alias tidak menimbulkan polusi. Beragam teknologi mobil listrik pun muncul. Baik yang dihasilkan oleh satu peusahaan maupun hasik kerjasama. Salah satu yang cukup menarik – terutama di lingkungan wartawan otomotif - dan saat ini masih dipamerkan di Paris Motor Show adalah Venturi Volage.Dari segi penampilan, Venturi Volage dinilai sebagai mobil konsep yang “sexiest” bersama kendaraan lainnya. Maklum, mobil ini adalah roadster dua pintu yang membuka seperti sayap burung. Dari segi teknologi, meski bukan hasil karya Venturi sendiri, tetapi dari Michelin, sangat menarik sebagai kendaraan alternatif masa depan.MAWMelalui dua aspek itulah, Venturi Volage menjadi menarik meksi stand dan produknya jauh kalah pamor dan menarik dibandingkan perusahaan peserta lainnya, terutama perusahaan mobil terkemuka di dunia.Venturi adalah sebuah perusahaan yang membuat mobil sport khusus bertenaga listrik dari Monaco. Publikasi kehadiran Venturi Volage juga dibantu oleh publikasi khusus Michelin.Penampilan Volage memang agak beda. Panjangnya 3.965, lebar 1.949 mm dan tinggi 1.235 mm. Alhasilnya, mobil ini tampak ceper dan lebar. Keunikan mobil ini, ban yang digunakan berukuran besar dan hanya punya sedikit celah antara bibir fender atau sepatbor. Bagian luar roda pun ditutup, mirip seperti mobil balap F1-Ferrari.Teknologi baru yang diperkenalkan Venturi, justru berada di ban. Penemunya, yaitu Michelin dan menyebutnya “Michelin Active Wheel” (MAW). Semuanya di RodaDengan mengandalkan MAW, Venturi Volage tidak lagi memerlukan sumber penggerak konvensional plus pemindahnya, seperti kopling dan transmisi. Hebatnya lagi, komponen penggerak, suspensi dan rem bisa disatukan pada roda. Itulah yang membedakan desain dan konstruksi roda Volage berbeda dibandingkan dengan mobil konvensional atau kendaaraan listrik lainnya. Pada bagian dalam roda terdapapat komponen utama mobil, yaitu motor listrik, piringan rem, kaliper, motor suspensi listrik, per suspensi dan suspensi aktif.Motor listrik mendapatkan pasokan tenaga dari baterai (beratnya 250 kg) langsung menggerakkan atau memutar roda. Mobil tidak memerlukanperantara, seperti kopling dan transmisi. Untuk ini digunakan baterai lithium-polimer. Motor listrik mampu menghasilkan tenaga 53 kW (72PS) dan torsi 232 Nm pada berbagai tingkat putaran. Karena langsung menggerakkan roda, kemampuan tersebut dinilai sangat fantastik dan mampu menghasilkan akselerasi yang impresif!Ditambahkan, dengan menggunakan suspensi listrik, selain menghasilkan pengendalian yang mantap, tingkat kenyamanan juga lebih baik. Sedangkan rem lebih andal dan terpercaya. Energi yang terbuang dapat ditekan serendah mungkin atau dengan kata lain, efisiensi mobil maksimal.Lebih lanjut dijelaskan, dengan memadukan motor penggerak, suspensi dan rem di roda, bobot mobil jadi ringan, meski bobot Volage mencapai 1.075 kg. Ditambahkan pula, desain mobil jadi ringkas dan sederhana karena banyaknya komponen yang tak diperlukan lagi. Karena itu pula Michelin berani menilai, karyanya ini akan membawa mobil ke era baru, terutama alat transportasi jalan raya, “Konsep rancangan mobil harus diulang!” 4 x 4 atau 4 x 2Dengan motor listrik langsung di roda, maka pilihan menggunakan sistem penggerak 4 x 4, 4 x 2, gerak roda belakang dan sebagai lebih mudah dan fleksibel. Setiap roda bisa saja menggunakan satu motor atau disebut juga sistem 4 x4. Lebih sederhana lagi, bila kedua roda depan saja yang dipasangi motor listrik, mobil pun menjadi 4x2. Meski Venturi Volage menggunakan baterai, namun Michelin berharap energi untuk menggeraklan kendaraan bisa dari sel bahan bakar atau kapasistor. Karena itu pula, selain bekerjasama dengan Venturi, produsen ban ini juga membuat mobil listrik dengan perusahaan lain, yaitu Heuliez dan Orange. Melalui MAW, Michelin ingin memberi bukti bahwa sistem yang dirintisnya dapat diaplikasikan pada mobil penumpang dan barang. Dengan teknologi ini diharapkan, solusi praktis akan kebutuhan transportasi dalam kota, bisa terjawab. Sekaligus mengurangi polusi di tengah kota dengan kendaraan yang terus berjubel. Sebenarnya teknologi ini sudah pernah diperkenalkan Michelin 12 tahun lau. Namun momennya kurang pas. Kini, dengan semakin mahalnya harga bahan bakar dan tuntutan lingkungan yang semakin ketat, Michelin menganggap, teknologi sudah bisa dikomersialkan.Dengan MAW, suspensi tidak lagi bekerja secara mekanisme, tetapi listrik. Sistem unik ini mampu bekerja dengan respon waktu yang sangat cepat, yaitu 0,003 detik dan gejala oleng dan ajrut-ajrutan praktis hilang.Meski begitu, bukan berarti sistem Michelin ini tidak punya kelemahan. Karena bagian utama menggunakan bekerja secara kelistrikan dan dipasang di roda lagi, untuk daerah yang sering banjir tentu saja kurang cocok. Kecuali, bila mampu membuat sistem penyekat yang benar-benar anti-banjir atau rembesan air.

Emisi Gas Rumah Kaca Capai Rekor Tertinggi


Rabu, 26 November 2008 09:17 WIB
JENEWA, RABU — Emisi gas rumah kaca di atmosfer terus mengalami kenaikan pada 2007, dengan konsentrasi karbon dioksida mencapai rekor level tertinggi, demikian pernyataan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), Selasa (Rabu, WIB).Jumlah terakhir yang dipublikasikan dalam Greenhous Gas Bulletin 2007, WMO memperlihatkan bahwa emisi gas karbon dioksida mencapai 383,1 ppm, atau naik sebesar 0.5 persen dari 2006.Konsentrasi nitrogen oksida juga mencapai rekor tertingginya pada 2007, naik 0,25 persen daripada tahun sebelumnya, sedangkan gas metana naik 0,34 persen, melampaui nilai tertinggi yang sejauh ini tercatat pada 2003.Dengan menggunakan indeks tahunan gas rumah kaca NOAA, dampak pemanasan total semua gas rumah kaca yang berumur panjang dihitung telah naik sebesar 1,06 persen daripada tahun sebelumnya atau naik sebesar 24,2 persen sejak 1990, kata WMO dalam pernyataannya.Kegiatan manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil dan pertanian, adalah sumber utama emisi gas tersebut, yang diakui banyak ilmuwan sebagai pemicu terjadinya perubahan iklim dan pemanasan global.Setelah uap air, empat gas utama rumah kaca di atmosfer adalah karbon dioksida, gas metan, nitrogen oksida dan chlorofluorocarbon (CFC). Menurut data WMO, tingkat CFC terus turun secara perlahan yang dapat dipandang sebagai pesan baik. Hal itu menurut WMO memperlihatkan keberhasilan yang terus dicapai oleh Protokol Montreal untuk mengurangi emisi gas perusak lapisan ozon.

Fosil Makhluk Raksasa Ditemukan di Pesisir Bekasi


Selasa, 25 November 2008 07:15 WIB
BEKASI, SELASA - Sejumlah tulang yang diperkirakan sebagai fosil binatang raksasa, ditemukan di tambak ikan di wilayah Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Hingga Senin (24/11), warga masih menggali di sekitar lokasi penemuan awal karena menduga masih ada bagian tulang yang terpendam di tanah.
Heboh penemuan fosil tersebut berawal dari ditemukannya sepotong tulang yang sudah menghitam oleh Muasim (32), warga Kampung Cabangbungin, Desa Pantai Bhakti, Muaragembong, Selasa (18/11) lalu.
Saat itu Muasim tengah mengangkat lumpur di tambak ikan milik Sainan, tetangganya, yang luasnya sekitar tujuh hektar. Pengangkatan lumpur tersebut dilakukan untuk menjaga kedalaman tambak sekaligus untuk meninggikan pematang tambak.
Di tengah penggalian tersebut, Muasim menemukan sepotong tulang yang berwarna hitam dan diperkirakan telah lama terkubur di tempat itu. Muasim kembali menggali dan menemukan beberapa potong tulang lagi. Muasim lantas memberi tahu Rino Effendi, temannya, tentang tulang-tulang itu.
Kabar penemuan tulang menyebar di Kampung Bungin sehingga warga berduyun-duyun mendatangi tambak milik Sainan. Beberapa di antaranya bahkan segera terjun ke tambak dan menggali lumpur untuk menemukan potongan tulang yang lain.
Warga juga menyusun tulang-belulang tersebut yang salah satunya berupa tulang sepanjang lebih kurang empat meter. Warga menduga tulang-belulang tersebut milik binatang berkaki empat berukuran raksasa karena lebih besar daripada kerbau ataupun sapi.
Kemarin, petugas Polsek Muara Gembong telah mengamanan fosil yang ditemukan warga tersebut. Menurut Kapolsek Muara Gembong, AKP Lestariono, pihaknya akan berkoordinasi dengan Muspika Muara Gembong untuk menangani penemuan fosil tersebut.
"Kami menduga tulang itu adalah tulang binatang. Untuk memastikannya kami akan menanyakannya kepada arkeolog," ujarnya, kemarin.
Wakil Bupati Bekasi, Darip Mulyana, mengatakan pihaknya akan membentuk tim investigasi untuk meneliti tulang raksasa di Muaragembong tersebut. Tim yang akan diturunkan itu melibatkan dinas terkait dan arkeolog.
"Kami akan membentuk tim untuk menelusuri penemuan fosil tersebut yang akan dikoordinasikan dengan pemerintah pusat," ujarnya, Senin (24/11). (MUR)

Satu Lagi Kandidat Planet Raksasa di Jagat Raya


Jumat, 28 November 2008 22:56 WIB
JAKARTA, JUMAT - Keberadaan planet-planet asing di luar tata surya makin bnayak yang terungkap seiring pengembangan teknologi pengamatan benda-benda ruang angkasa. Tak berselang lama setelah astronom NASA dan Kanada mengklaim berhasil merekam planet asing untuk pertama kalinya secara langsung, para astronom Perancis melaporkan kandidat planet baru.
Anne-Maria Lagrange dan astronom lainnya dari Observatorium Grenoble, Perancis memperkirakan objek tersebut berukuran 7 kali massa Planet Jupiter. Citra inframerah yang dipamerkan memperlihatkan sebuah titik putih di antara berkas cahaya dekat bintang Beta Pictoris yang berada 70 tahun cahaya dari Bumi (1 tahun cahaya sebanding dengan 9,5 triliun kilometer). Rekaman tersebut diambil menggunakan teleskop raksasa di Observatorium Eropa Selatan (Very Large Telescope ESO).
Belum diketahui apakah objek tersebut merupakan planet atau bukan. Para astronom harus melakukan pengamatan dan pengukuran lebih lanjut untuk memastikannya. Namun, kemungkinannya besar karena berada di dalam cakram debu dan gas yang mengelilingi bintang Beta Pictoris.
Cakram debu di sekitar bintang tersebut telah lama diyakini mengandung planet sejak diamati pertama kali tahun 1994. Adanya planet itulah yang mungkin dapat menjelaskan mengapa cakram debu tersebut sering bergoyang.
"Secara umum, ini merupakan temuan yang menarik yang akan segera dikonfirmasi dalam beberapa minggu ke depan karena Beta Pictoris merupakan bintang terang yang terlihat selama musim dingin,"ujar Paus Kallas, astronom dari Universitas California Berkeley yang mengetuai tim astronom penemu planet Fomalhaut b, planet pertama yang berhasil direkam kamera.

Astronot Endeavour Sukses Selesaikan Misi



Selasa, 25 November 2008 07:32 WIB
CAPE CANAVERAL, SENIN - Spacewalk keempat mengakhiri misi para astronot Endeavour di stasiun antariksa internasional (ISS). Dua orang astronot menyelesaikan misi utamanya memperbaiki sistem engsel pemutar sel surya yang macet selama lebih dari setahun.
"Akhirnya," ujar Stephen Bowen, salah satu astronot yang melakukan misi tersebut dengan berjalan langsung di luar wahana dengan bertumpu pada ujung lengan robotik. Sementara Bowen membereskan pekerjaannya, astronot lainnya, Shane Kimbrough melumasi engsel lainnya meski masih bekerja dengan baik.
Misi terakhir yang berjalan mulsu melegakan semua orang termasuk para insinyur di pusat pengendali misi di Houston, Texas, AS. Apalagi spacewalk pertama yang dilakukan lebih dari seminggu lalu sempat diwarnai insiden lepasnya tas berisi peralatan kerja ke luar angkasa.
Meski tugas utama selesai, para astronot masih harus menyelesaikan tugas tambahan untuk memperbaiki mesin pengubah urine menjadi air siap minum yang belum bekerja dengan baik. NASA telah memperpanjang misi para awak Endeavour dari 15 hari menjadi 16 hari khusus untuk melakukan perbaikan tersebut.
Mesin tersebut sudah dioperasikan, namun mati pada Minggu (23/11) setelah bekerja selama kurang dari tiga jam. Setelah diperbaiki, uji coba selama 4 jam akan dilakukan pada Senin (24/11).
Kalaupun mesin tersebut sudah dapat bekerja kembali, hasil pemurniannya belum akan diminum. Sampel hasil pemurnian akan dibawa para astronot Endeavour untuk dites di laboratorium NASA apakah layak diminum. Sampel berikutnya juga akan diambil lagi pada peluncuran Februari nanti untuk memastikan mesin tersebut bekerja dengan sempurna.
Mesin pemurni air senilai 154 juta dollar AS itu dibawa Endevaour bersama dapur, kamar mandi, dua tempat tidur baru, perlengkapan kebugaran tambahan, dan sebuah penyimpan makanan. Peralatan-peralatan tersebut disiapkan agar ISS dapat dihuni 6 orang mulai tahun depan dari 3 orang saat ini.
Dengan perpanjangan satu hari, Endeavour dijadwalkan mendarat kembali pada Minggu (30/11). Seperti misi-misi sebelumnya, para astronot akan melakukan inspeksi menggunakan lengan robotik untuk memastikan tidak ada cacat di badan pesawat ulang alik sehingga aman kembali ke Bumi.

Jangan Anggap Remeh Ancaman Hantaman Asteroid



Rabu, 26 November 2008 17:18 WIB
WINA, RABU - Ancaman asteroid yang berpeluang menghantam Bumi seharusnya menjadi isu dunia dan tidak dianggap remeh. Asosiasi Penjelajah Antariksa Internasional (ASE) menyerukan kepada Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) agar mengembangkan berbagai strategi untuk menghadapi asteroid yang mengancam akan menghantam Bumi.
Dari 5.000 benda dekat Bumi yang sudah dikenal, dan 500.000 lainnya yang diperkirakan akan ditemukan dalam 15 tahun mendatang beberapa puluh di antaranya berisiko tinggi menghantam Bumi. Hal tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan lokal atau regional.
Untuk menghadapi ancaman ini, asosiasi mengimbau kepada badan-badan PBB dan negara anggotanya agar mengembangkan kerangka kerja untuk saling bertukar informasi tentang berbagai asteroid yang berbahaya. Selain itu tentu saja mekanisme pengambilan keputusan untuk menghancurkan atau membelokkan lintasan asteroid-asteroid tersebut.
"Kemampuan teknikal untuk mencegah benturan semacam ini dengan Bumi sudah tersedia," tulis ASE, yang anggotanya terdiri atas 320 orang yang telah pergi ke angkasa luar, dalam sebuah laporan yang disampaikan di Wina, Selasa (25/11). Sejumlah opsi sedang dikaji, antara lain menghancurkan sebuah asteroid dengan pesawat antariksa berukuran besar atau senjata nuklir, atau mengubah lintasannya dengan memanfaatkan kekuatan gravitasi dari pesawat yang melayang dekat asteroid.
ASE menyatakan struktur pengambilan keputusan hendaknya disusun segera, dengan keputusan akhir berada di tangan Dewan Keamanan PBB. Dampak terbesar dari benda antariksa dalam sejarah adalah kejadian di Tunguska pada 1908, dimana meteoroid membinasakan hutan Siberia seluas 2.000 kilometer persegi.